Sabtu, 28 Januari 2017

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



A.   Pengertian Multimedia
William Ditto (2006) menyatakan definisi multimedia dalam ilmu pengetahuan mencakup beberapa aspek yang saling bersinergi, antara teks, grafik, gambar statis, animasi, film dan suara. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Penelitian tersebut antara lain yang dilakukan oleh Francis M. Dwyer. Hasil penelitian ini antara lain menyebutkan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil penelitian ini maka multimedia interaktif (user melakukan) dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran .

Multimedia terdiri dari 2 kata yaitu multi (Bahasa Latin) yang  berarti banyak dan medium (Bahasa Latin ) yang berarti perantara. Pengertian multimedia menurut buku Tay Vaughan (2011) adalah kombinasi dari teks, gambar, animasi, suara, dan video yang telah dimanipulasi oleh komputer atau alat elektronik lainnya.contohnya dalam bidang pendidikan dan bidang bisnis telah menggunakan multimedia. Dapat disimpulkan bahwa pengertian multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur perantara yaitu teks, gambar, suara, video dan animasi yang berguna untuk menyampaikan suatu informasi atau suatu tujuan kepada publik melalui proses manipulasi komputer. Dalam perkembangannya multimedia dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif.
Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun di dalamnya. Sifatnya sekuensial atau berurutan dan durasi tayangannya dapat diukur. Film dan televisi termasuk dalam kelompok ini. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya .

Beberapa unsur multimedia, yaitu :
1.      Teks
Teks merupakan data yang paling sederhana dan telah dipakai sejak 6000 tahun yang lalu sebagai media untuk menyampaikan informasi yang dapat memliki makna yang kuat.
2.      Gambar
Gambar adalah unsur terpenting dari proyek multimedia.  Gambar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a.       Bitmap adalah matriks sederhana dari titik-titik kecil yang membentuk sebuah gambar dan ditampilkan di layar .
b.      Vektor  menggunakan satuan bot, beberapa sistem authoring multimedia menyediakan sarana untuk membuat objek berbentuk oval, segi empat, poligon, dan teks .
3.      Animasi
Animasi adalah sekumpulan objek-objek visual yang mengalami perubahan waktu, membuat presentasi lebih hidup, salah satu cara yang baik untuk menyajikan fitur-fitur multimedia. Salah satu contoh animasi yaitu animasi 2D (Vaughan,2011,p142):  Animasi 2D adalah animasi yang sederhana dan statis, tidak mengubah posisi dalam layar.
Ada 2 jenis animasi:
·         Cel Animation: Animasi yang didasarkan terhadap perubahan yang terjadi pada frame selanjutnya.
·         Path Animation: Animasi yang didasarkan terhadap pemindahan objek di setiap jalan yang telah ditetapkan.
4.      Suara
Suara adalah sesuatu yang memiliki getaran dan bergetar melalui udara sehingga menciptakan gelombang yang dapat dirasakan oleh gendang telinga.
5.      Video
Video adalah sebuah elemen multimedia yang paling menarik, tapi tuntutan performa tertinggi dari segi memori atau penyimpanan dalam komputer.Suatu video yang dibuat secara baik dapat menciptakan suatu keadaan yang memberikan pesan danmemperkuat isi cerita sehingga pengguna cenderung mempercayai apa yang dilihat.

B.   Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran. Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

C.   Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
·         Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

·         Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.

·         Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. 
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

·         Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
 Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

·         Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.

D.   Fungsi Multimedia dalam Pembelajaran
Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara lain:
a.       siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan , kesiapan dan keinginan mereka. Artinya pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajara .
b.      siswa belajar dari  tutor yang sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.
c.       siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.
d.      siswa menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.
e.       siswa menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
f.       belajar saat kebutuhan muncul (“just-in-time” learning).
g.      belajar kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA
Ditto,  William. Multimedia, Encarta Premium DVD Ensiclopedia 2006.
Fenrich, P. Practical Guidelines For Creating Instructional Multimedia Applications. Forth    Worth : The Dryden Press 1997.  Panduan Pembuatan Multimedia Pembelajaran; Depdiknas, 2007 .
Sadiman R, arif  S, dan Rahardjito. 2010. Media pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Vaughan, T. 2011. Multimedia: Making It Work. Edisi 6. Yogyakarta: Pernerbit Andi.