A. Pengertian Multimedia
William Ditto
(2006) menyatakan definisi multimedia dalam ilmu pengetahuan mencakup
beberapa aspek yang saling bersinergi, antara teks, grafik, gambar statis,
animasi, film dan suara. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan
multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi dalam proses
pembelajaran. Penelitian tersebut antara lain yang dilakukan oleh Francis M.
Dwyer. Hasil penelitian ini antara lain menyebutkan bahwa setelah lebih
dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan
melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila
ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil
penelitian ini maka multimedia interaktif (user melakukan) dapat dikatakan
sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses
pembelajaran .
Multimedia
terdiri dari 2 kata yaitu multi (Bahasa Latin) yang berarti banyak dan medium (Bahasa Latin )
yang berarti perantara. Pengertian multimedia menurut buku Tay Vaughan (2011)
adalah kombinasi dari teks, gambar, animasi, suara, dan video yang telah
dimanipulasi oleh komputer atau alat elektronik lainnya.contohnya dalam bidang
pendidikan dan bidang bisnis telah menggunakan multimedia. Dapat disimpulkan
bahwa pengertian multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur perantara yaitu
teks, gambar, suara, video dan animasi yang berguna untuk menyampaikan suatu
informasi atau suatu tujuan kepada publik melalui proses manipulasi komputer. Dalam perkembangannya multimedia dapat
dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu multimedia linier dan multimedia
interaktif.
Multimedia linier adalah suatu multimedia
yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun di dalamnya. Sifatnya
sekuensial atau berurutan dan durasi tayangannya dapat diukur. Film dan
televisi termasuk dalam kelompok ini. Sedangkan multimedia interaktif adalah
suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan
oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk
proses selanjutnya .
Beberapa unsur multimedia, yaitu :
1.
Teks
Teks merupakan data yang paling sederhana dan
telah dipakai sejak 6000 tahun yang lalu sebagai media untuk menyampaikan
informasi yang dapat memliki makna yang kuat.
2.
Gambar
Gambar adalah unsur terpenting dari proyek
multimedia. Gambar dibagi menjadi 2
bagian, yaitu :
a.
Bitmap adalah matriks sederhana dari
titik-titik kecil yang membentuk sebuah gambar dan ditampilkan di layar .
b.
Vektor
menggunakan satuan bot, beberapa sistem authoring multimedia menyediakan
sarana untuk membuat objek berbentuk oval, segi empat, poligon, dan teks .
3.
Animasi
Animasi adalah sekumpulan objek-objek visual
yang mengalami perubahan waktu, membuat presentasi lebih hidup, salah satu cara
yang baik untuk menyajikan fitur-fitur multimedia. Salah satu contoh animasi
yaitu animasi 2D (Vaughan,2011,p142):
Animasi 2D adalah animasi yang sederhana dan statis, tidak mengubah
posisi dalam layar.
Ada 2 jenis animasi:
·
Cel Animation: Animasi yang didasarkan terhadap
perubahan yang terjadi pada frame selanjutnya.
·
Path Animation: Animasi yang didasarkan
terhadap pemindahan objek di setiap jalan yang telah ditetapkan.
4.
Suara
Suara adalah sesuatu yang memiliki getaran
dan bergetar melalui udara sehingga menciptakan gelombang yang dapat dirasakan
oleh gendang telinga.
5.
Video
Video adalah sebuah elemen multimedia yang
paling menarik, tapi tuntutan performa tertinggi dari segi memori atau
penyimpanan dalam komputer.Suatu video yang dibuat secara baik dapat menciptakan
suatu keadaan yang memberikan pesan danmemperkuat isi cerita sehingga pengguna
cenderung mempercayai apa yang dilihat.
B.
Pengertian
Media Pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti
“tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara
() atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach
dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan
sekolah marupakan media.
Fleming
(1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif
antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran. Hainich dan kawan-kawan (1982)
mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara
sumber dan penerima. Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi.
C. Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses pembelajaran
dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran
menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam
penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
·
Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan
digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas,
akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan,
penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa
harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara
maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan
teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
·
Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya
proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa
juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media,
di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami
makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan
persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan
pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta
memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan
diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan
bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang
abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki
kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media
tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi
memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
·
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan
praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses
dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu
mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan
masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran
yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan
serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen
ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
·
Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa
terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik
belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan
mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media
yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan
lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti
gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar
auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman
suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua
tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris
tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar
kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik
pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
·
Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media
pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah
konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media
pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau
alat bantu visual sekitar tahun 1923.
D. Fungsi
Multimedia dalam Pembelajaran
Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara
lain:
a.
siswa
dapat belajar sesuai dengan kemampuan , kesiapan dan keinginan mereka. Artinya
pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajara .
b.
siswa
belajar dari tutor yang sabar (komputer)
yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.
c.
siswa
akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang
seketika.
d.
siswa
menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam
latihan/tes yang disediakan.
e.
siswa
menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
f.
belajar
saat kebutuhan muncul (“just-in-time” learning).
g.
belajar
kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Ditto,
William. Multimedia, Encarta Premium DVD Ensiclopedia 2006.
Fenrich, P. Practical
Guidelines For Creating Instructional Multimedia Applications. Forth Worth : The Dryden Press 1997. Panduan Pembuatan Multimedia Pembelajaran;
Depdiknas, 2007 .
Sadiman R, arif S, dan Rahardjito. 2010. Media
pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Vaughan,
T. 2011. Multimedia: Making It Work.
Edisi 6. Yogyakarta: Pernerbit Andi.