A. Pengertian Multimedia
William Ditto
(2006) menyatakan definisi multimedia dalam ilmu pengetahuan mencakup
beberapa aspek yang saling bersinergi, antara teks, grafik, gambar statis,
animasi, film dan suara. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan
multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi dalam proses
pembelajaran. Penelitian tersebut antara lain yang dilakukan oleh Francis M.
Dwyer. Hasil penelitian ini antara lain menyebutkan bahwa setelah lebih
dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan
melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila
ditambah dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil
penelitian ini maka multimedia interaktif (user melakukan) dapat dikatakan
sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses
pembelajaran .
Multimedia
terdiri dari 2 kata yaitu multi (Bahasa Latin) yang berarti banyak dan medium (Bahasa Latin )
yang berarti perantara. Pengertian multimedia menurut buku Tay Vaughan (2011)
adalah kombinasi dari teks, gambar, animasi, suara, dan video yang telah
dimanipulasi oleh komputer atau alat elektronik lainnya.contohnya dalam bidang
pendidikan dan bidang bisnis telah menggunakan multimedia. Dapat disimpulkan
bahwa pengertian multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur perantara yaitu
teks, gambar, suara, video dan animasi yang berguna untuk menyampaikan suatu
informasi atau suatu tujuan kepada publik melalui proses manipulasi komputer. Dalam perkembangannya multimedia dapat
dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu multimedia linier dan multimedia
interaktif.
Multimedia linier adalah suatu multimedia
yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun di dalamnya. Sifatnya
sekuensial atau berurutan dan durasi tayangannya dapat diukur. Film dan
televisi termasuk dalam kelompok ini. Sedangkan multimedia interaktif adalah
suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan
oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk
proses selanjutnya .
Beberapa unsur multimedia, yaitu :
1.
Teks
Teks merupakan data yang paling sederhana dan
telah dipakai sejak 6000 tahun yang lalu sebagai media untuk menyampaikan
informasi yang dapat memliki makna yang kuat.
2.
Gambar
Gambar adalah unsur terpenting dari proyek
multimedia. Gambar dibagi menjadi 2
bagian, yaitu :
a.
Bitmap adalah matriks sederhana dari
titik-titik kecil yang membentuk sebuah gambar dan ditampilkan di layar .
b.
Vektor
menggunakan satuan bot, beberapa sistem authoring multimedia menyediakan
sarana untuk membuat objek berbentuk oval, segi empat, poligon, dan teks .
3.
Animasi
Animasi adalah sekumpulan objek-objek visual
yang mengalami perubahan waktu, membuat presentasi lebih hidup, salah satu cara
yang baik untuk menyajikan fitur-fitur multimedia. Salah satu contoh animasi
yaitu animasi 2D (Vaughan,2011,p142):
Animasi 2D adalah animasi yang sederhana dan statis, tidak mengubah
posisi dalam layar.
Ada 2 jenis animasi:
·
Cel Animation: Animasi yang didasarkan terhadap
perubahan yang terjadi pada frame selanjutnya.
·
Path Animation: Animasi yang didasarkan
terhadap pemindahan objek di setiap jalan yang telah ditetapkan.
4.
Suara
Suara adalah sesuatu yang memiliki getaran
dan bergetar melalui udara sehingga menciptakan gelombang yang dapat dirasakan
oleh gendang telinga.
5.
Video
Video adalah sebuah elemen multimedia yang
paling menarik, tapi tuntutan performa tertinggi dari segi memori atau
penyimpanan dalam komputer.Suatu video yang dibuat secara baik dapat menciptakan
suatu keadaan yang memberikan pesan danmemperkuat isi cerita sehingga pengguna
cenderung mempercayai apa yang dilihat.
B.
Pengertian
Media Pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti
“tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara
() atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach
dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan
sekolah marupakan media.
Fleming
(1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif
antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran. Hainich dan kawan-kawan (1982)
mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara
sumber dan penerima. Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi.
C. Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses pembelajaran
dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran
menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam
penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
·
Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan
digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas,
akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan,
penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa
harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara
maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan
teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
·
Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya
proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa
juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media,
di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami
makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan
persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan
pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta
memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan
diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan
bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang
abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki
kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media
tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi
memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.
·
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan
praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses
dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu
mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan
masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran
yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan
serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen
ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
·
Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa
terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik
belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan
mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media
yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan
lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti
gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar
auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman
suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua
tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris
tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar
kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik
pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
·
Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media
pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah
konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media
pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau
alat bantu visual sekitar tahun 1923.
D. Fungsi
Multimedia dalam Pembelajaran
Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara
lain:
a.
siswa
dapat belajar sesuai dengan kemampuan , kesiapan dan keinginan mereka. Artinya
pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajara .
b.
siswa
belajar dari tutor yang sabar (komputer)
yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa.
c.
siswa
akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang
seketika.
d.
siswa
menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam
latihan/tes yang disediakan.
e.
siswa
menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
f.
belajar
saat kebutuhan muncul (“just-in-time” learning).
g.
belajar
kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Ditto,
William. Multimedia, Encarta Premium DVD Ensiclopedia 2006.
Fenrich, P. Practical
Guidelines For Creating Instructional Multimedia Applications. Forth Worth : The Dryden Press 1997. Panduan Pembuatan Multimedia Pembelajaran;
Depdiknas, 2007 .
Sadiman R, arif S, dan Rahardjito. 2010. Media
pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Vaughan,
T. 2011. Multimedia: Making It Work.
Edisi 6. Yogyakarta: Pernerbit Andi.
Apa saja syarat Yang Memenuhi di dalam Multimedia?
BalasHapusAda 5 syarat yaitu :
Hapus· Pengoprasian yang mudah dan familiar.
· Mudah untuk diinstal ke komputer.
· Media pembelajaran yang aktif yan komunikatif.
· Sistem pembelajaran yang mandiri, artinya siswa dapat belajar mandiri baik disekolah maupun dirumah tanpa bimbingan guru atau orang lain.
· Sedapat mungkin dengan biaya yang ringan dan terjangkau.
Bagaiamana keterkaitan antara memilih media pembelajaran dengan 4 aspek tersebut yaitu tujuan, materi dan kondisi pembelajaran ?
BalasHapusHarus menjadi perhatian dan pertimbangan pengajar untuk memilih dan menggunakan media dalam proses pembelajaran dikelas, sehingga media yang digunakan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebab media pembelajaran tidak dapat berdiri sendiri, tetapi terkait dan saling memiliki hubungan secara timbal balik dengan empat aspek tersebut. Dengan demikian, alat-alat, sarana, atau media pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan empat aspek tersebut, untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien
Hapusbila seandainya anda menjadi seorang guru, tahapan pengembangan apa yang anda terapkan dalam pembelajaran berbasis multimedia ?
BalasHapusyaitu: concept, design, material, collecting, assembly, testing dan distribution.
Hapusa. Concept. Tahap untuk menentukan tujuan dan siapa pengguna program (identifikasi audience, dalam hal ini tentunya siswa). Selain itu menentukan macam aplikasi (presentasi dan interaktif) dan tujuan aplikasi (hiburan, pelatihan, pembelajaran, dan lainnya);
b. Design. Tahap membuat spesifikasi mengenai arsitektur program, gaya, tampilan dan kebutuhan material atau bahan untuk prgoram;
c. Material Collecting. Tahap di mana pengumbulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan dilakukan. Tahap ini dapat dikerjakan paralel dengan tahap assembly atau dengan tahap linier;
d. Assembly. Tahap di mana semua objek atau bahan multimedia dibuat. Proses pembuatanatau produksi melibatkan tenaga spesialis yang terampil atau mampu memanfaatkan berbagai jenis software. Pembuatan aplikasi multimedia ini berdasarkan storyboard dan struktur navigasi yang berasal dari tahap desain;
e. Testing. Dilakukan setelah selesai tahap pembuatan (assembly) dengan menjalankan aplikasi atau program dan dilihat apakah ada kesalahan atau tidak. Tahap ini disebut juga sebagai tahap pengujian alpha (alpha test) di mana pengujian dilakukan oleh pembuat atau lingkungan pembuatnya sendiri;
f. Distribution. Tahapan di mana aplikasi disimpan dalam suatu media penyimpanan. Pada tahap ini jika media penyimpanan tidak cukup untuk menampung aplikasinya, maka dilakukan kompresi terhadap aplikasi tersebut;
Jelaskan mengapa media pembelajaran itu penting jika ditinjau dari tujuan pembelajaran?
BalasHapusKarena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
HapusTapi pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan suatu media pembelajaran?
BalasHapusKetika menggunakan atau membuat media pembelajaran, hal yang perlu diperhatikan oleh guru adalah memilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran yaitu:
Hapusmanfaat-media-pembelajaran-bagi-guru-dan-siswa
1. Sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai.
2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran.
3. Praktis, luwes, dan bertahan.
4. Guru terampil menggunakannya.
5. Pengelompokkan sasaran.
Mutu teknis
menurut anda landasan mana yang paling penting dalam multimedia pembelajran?
BalasHapusSemua landasan teoritis multimedia itu sangat penting tergantung pada fungsi dan tujuan yang ingin di capai
HapusBagaimanakah ciri atau karakteristik media pembelajaran yang baik?
BalasHapuskriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:
Hapus1. Sesuai Dengan Tujuan
Media pembelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan instruksional dimana akan lebih baik jika mengacu setidaknya dua dari tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran sesuai dengan arahan dan tidak melenceng dari tujuan. Media pembelajaran juga bukan hanya mampu mempengaruhi aspek intelegensi siswa, namun juga aspek lain yaitu sikap dan perbuatan.
Tepat Mendukung Materi yang Bersifat Fakta, Konsep, Prinsip, dan Generalisasi
Tidak semua materi dapat disajikan secara gamblang melalui media pembelajaran, terkadang harus disajikan dalam konsep atau simbol atau sesuatu yang lebih umum baru kemudian disertakan penjelasan. Ini memerlukan proses dan keterampilan khusus dari siswa untuk memahami hingga menganalisis materi yang disajikan. Media pembelajaran yang dipilih hendaknya mampu diselaraskan menurut kemampuan dan kebutuhan siswa dalam mendalami isi materi.
2. Praktis, Luwes, dan Bertahan
Media pembelajaran yang dipilih tidak harus mahal dan selalu berbasis teknologi. Pemanfaatan lingkungan dan sesuatu yang sederhana namun secara tepat guna akan lebih efektif dibandingkan media pembelajaran yang mahal dan rumit. Simpel dan mudah dalam penggunaan, harga terjangkau dan dapat bertahan lama serta dapat digunakan secara terus menerus patut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih media pembelajaran.
3. Mampu dan Terampil Menggunakan
Apapun media yang dipilih. guru harus mampu menggunakan media tersebut. Nilai dan manfaat media pembelajaran sangat ditentukan oleh bagaimana keterampilan guru menggunakan media pembelajaran tersebut. Keterampilan penggunaan media pembelajaran ini juga nantinya dapat diturunkan kepada siswa sehingga siswa juga mampu terampil menggunakan media pembelajaran yang dipilih.
4. Pengelompokan Sasaran
Siswa terdiri dari banyak kelompok belajar yang heterogen. Antara kelompok satu dengan yang lain tentu tidak akan sama. Untuk itu pemilihan media pembelajaran tidak dapat disama ratakan, memang untuk media pembelajaran tertentu yang bersifat universal masih dapat digunakan, namun untuk yang lebih khusus masing-masing kelompok belajar harus dipertimbangkan pemilihan media pembelajaran untuk masing-masing kelompok.
Hal yang perlu diperhatikan mengenai kelompok belajar siswa sebagai sasaran ini misalnya besar kecil kelompok yang bisa digolongkan menjadi 4 yaitu kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan. Latar belakang secara umum tiap kelompok perli diperhatikan seperti latar belakang ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Kemampuan belajar masing-masing siswa dalam kelompok juga wajib diperhatikan untuk memilih mana media pembelajaran yang tepat untuk dipilih.
5. Mutu Teknis
Pemilihan media yang akan digunakan harum memenuhi persyaratan teknis tertentu. Guru tidak bisa asal begitu saja menentukan media pembelajaran meskipun sudah memenuhi kriteria sebelumnya. Tiap produk yang dijadikan media pembelajaran tentu memiliki standar tertentu agar produk tersebut laik digunakan, jika produk tersebut belum memiliki standar khusus guru harus mampu menentukan standar untuk produk tersebut agar dapat digunakan untuk media pembelajaran.
jelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
BalasHapusDalam proses belajar mengajar banyak sekali kendala yang dialami selama kegiatanberlangsung, sehingga tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai secara maksimal. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, maka guru harus mengatasi kendala-kendala tersebut. Salah satu caranya dengan penggunaan media pembelajaran.
HapusMedia pembelajaran bisa digunakan sebagai alat bantu yang berfungsi melancarkan jalannya kegiatan belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Setiap mata pelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi, ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi ada bahan pelajaran yang sangat sulit sehingga memerlukan alat bantu, karena memiliki tingkat kesukaran yang tinggi yang sulit diproses dan dicerna oleh siswa. Siswajuga akan merasa bosan dan kelelahan jika dalam proses belajar mengajar guru dalam memberikan penjelasan tidak fokus pada masalah dan simpang siur.
Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar akan membantu guru memperkaya wawasan siswa. Aneka macam bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa. Media sebagai sumber belajar diakui sebagai alat bantu auditif, visual dan audiovisual.
teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. jelaskan bagaimana hal tsb dapat terjadi!
BalasHapusBisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi demanisasi. kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
HapusSaya sedikit menambahkan Landasan Historis
BalasHapusYang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda atau alat yang dapat memberikan pengalaman visual yang nyata kepada pebelajar. Kemudian kosep pengajaran visual ini berkembang menjadi “audio visual instruction” atau “audio visual education” yaitu sekitar tahun 1940. Sekitar tahun 1945 timbul beberapa variasi nama seperti “audio visual materials”, “audio visual methods”, dan “audio visual devices”. Inti dari kosepsi ini adalah digunakannya berbagai alat atau bahan oleh guru untuk memindahkan gagasan dan pengalaman pebelajar melalui mata dan telinga. Pemanfaat-an konsepsi audio visual ini dapat dilihat dalam “Kerucut Pengalaman” dari Edgar Dale. Perkembangan besar berikutnya adalah munculnya gerakan yang disebut “audio visual communication” pada tahun 1950-an. Perkembangan berikutnya terjadi sekitar tahun 1952 dengan munculnya konsepsi “instructional materials” yang secara kosepsional tidak banyak berbeda dengan konsepsi sebelumnya. Beberapa istilah yang merupakan variasi penggunaan konsepsi “instructional materials” adalah “teaching/ learning materials”, “learning resources”.
Terima Kasih atas penambahan materinya , Semoga bermanfaat.
HapusDari postingan anda diatas anda tidak menjelaskan mengenai kerucut pengalaman dale yang mana dalam kerucut tersebut berkaitan dengan landasan teoritis ini, bisakah anda jelaskan secara singkatnya?
BalasHapusDale dalam Kerucut Pengalaman Dale (Dale’s Cone Experience) mengatakan:
Hapus“hasil belajar seseorang diperoleh melalui pengalaman langsung (kongkrit), kenyataan yang ada dilingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin keatas puncak kerucut semakin abstrak media penyampai pesan itu. Proses belajar dan interaksi mengajar tidak harus dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajar”. Pengalaman langsung akan memberikan informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu, oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba”.
Dale berkeyakinan bahwa symbol dan gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan diserap manakala diberikan dalam bentuk pengalaman konkrit. Kerucut pengalaman merupakan awal untuk memberikan alasan tentang kaitan teori belajar dengan komunikasi audiovisual. Pengalaman Langsung (Direct – Purposeful Experiences)
Dasardari pengalaman kerucut Dale ini adalah merupakan penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang kita temui pertama kalinya. Ibarat ini seperti fondasi dari kerucut pengalaman ini, dimana dalam hal ini masih sangat konkrit.Dalam tahap ini pembelajaran dilakukan dengan cara memegang, merasakan atau mencium secara langsung materi pelajaran. Maksudnya seperti anak Taman Kanak-Kanak yang masih kecil dalam melakukan praktik menyiram bunga. Disini anak belajar dengan memegang secara langsung itu seperti apa, kemudian menyiramkannya kepada bunga.
Pengalaman Tiruan (Contrived Experiences)
Tingkat kedua dari kerucut ini sudah mulai mengurangi tingkat ke-konkritannya. Dalam tahap ini si pebelajar tidak hanya belajar dengan memegang, mencium atau merasakan tetapi sudah mulai aktif dalam berfikir.Contohnya seperti seorang pebelajar yang diinstruksikan membuat bangunan atau gedung. Disini pebelajar tidak membuat gedung sebenarnya melainkan gedung dalam artian suatu model atau miniature dari gedung yang sebenarnya.
Dramatisasi (Dramatized Experiences)
Kita tidak mungkin mengalami langsung pengalaman yang sudah lalu. Contohnya seperti pelajaran sejarah. Apakah kita mengalami lansung sejarah itu? Tentu tidak. Maka dari itu drama berperan dalam hal ini. Sejarah yang kita pelajari bisa kita jadikan drama untuk pembelajaran. Mengapa drama? Karena dengan drama si pebelajar dapat menjadi semakin merasakan langsung materi yang dipelajarkan.Jika kita bisa membagi dua bagian ini, maka bagian akan terbagi menjadi partisipasi dan observasi. Partisipasi merupakan bentuk aktif secara langsung dalam suatu drama, sedangkan observasi merupakan pengamatan, seperti menonton atau mengamati drama tersebut.
Demonstrasi (Demonstrations)
Demonstrasi disini merupakan gambaran dari suatu penjelasan yang merupakan sebuah fakta atau proses. Seorang demonstrator menunjukkan bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Misalnya seperti seorang guru kimia yang mendemonstrasikan bagaimana hydrogen bisa terpisah dari oksigen dengan menggunakan elektrolisis. Atau seorang guru matematika yang mendemonstrasikan bagaimana menghitung dengan menggunakan sempoa.
Karya Wisata (Field Trip)
Jika kita berkarya wisata, biasanya kita melihat kegiatan apa yang sedang dikalukan orang llain. Dalam karya wisata ini pebelajar mengamati secara langsung dan mencatat apa saja kegiatan mereka. Pebelajar lebih mengandalkan pengalaman mereka dan pemelajar tidak perlu memberikan banyak komentar, biarkan mereka berkembang sendiri.
Berikan contoh dari kedua jenis animasi yang anda sebutkan diatas?
BalasHapus