Jumat, 17 Februari 2017

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

    
A.   Definisi E-Learning
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is a genericterm for all technologically supported learningusing an array of teaching and learning tools as 5 phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computeraided instruction also commonly referred to as online courses . (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2003).

Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada dengan Cambell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internetdalam  pendidikan sebagai hakekat e-learning. Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Internet, Intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’(pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video. Ia juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’dengan bantuan profesional dalam bidangnya. Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’, dosen/guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah mahasiswa/siswa. Mahasiswa mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan
‘memaksa’ mahasiswa memainkan peranan  yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Mahasiswa membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri. Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran dosen dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.
1.      E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
2.      E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawabtantangan perkembangan globalisasi.  
3.      E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
4.      Kapasitas mahasiswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akanlebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

Sementara itu Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang elearning, yaitu : sederhana, personal, dan cepat. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya. Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian  perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.
B.   Jenis E-learning
Berdasarkan teknologi informatika yang digunakan, e-learning kemudian dikelompokkan berdasarkan basis teknologi, yaitu sebagai berikut: 
1.      Computer Based Training (CBT) Sistem CBT ini mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai sekarang. Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yang kian menarik dan realistis (misalnya aiatem animasi 3 Dimension). 
2.      Web Based Training (WBT) Sistem ini merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Sehingga dengan menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua arah antar pengguna. Namun lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini bergantung kepada infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Kendala penerapan konsep ini terletak pada kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih belum merata. Pada dasarnya,terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih, yakni: a. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional) b. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet c. Sepenuhnya melalui internet. Salah satu komponen WBT yang sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di virtual classes ataupun virtual universities.

C.    Proses Pengembangan E-learning
Untuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan: 
1.      Analisis Kebutuhan Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan. 
2.      Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi. 
3.      Menetapkan metode dan media pembelajaran Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online. 
4.      Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya. 
D.   Media berbasis internet 
a.       E-Mail Elekktronic Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan jaringan internet. Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer lain dengan sarana internet. Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang lainnya. 
b.      Blog Istilah blog merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website. Blog dapat dijadikan website yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar, bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan yaitu: 1) Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas,maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. 2) Blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. 3) Komunitas bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.
c.       Mesin Pencarian (Search Engine) Search Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan, dengan kata lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com. Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian. Misalnya untuk mencari materi Sejarah Kebudayaan Islam tentang Khalifah Umar bin Khattab, maka kata kunci yang kita tuliskan adalah Umar bin Khattab, lalu tekan tombol enter pada keyboard, maka google akan mencari halaman web yang mengandung kata Umar bin Khattab. 

E.     Penerapan E-learning dalam pembelajaran kimia
Penelitian pengembangan tentang pembelajaran Sistem Periodik Unsur yang menggunakan media Edmodo berbasis Social Network dengan metode Borg and Gall dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu menentukan potensi dan masalah, mengumpulkan data, dan mendesain web pembelajaran. Dilanjutkan dengan validasi desain dari aspek TIK dan aspek substansi materi yang hasilnya adalah produk dengan kategori baik yaitu 60. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa web pembelajaran dengan alamat web adalah www.edmodo.com/belajarkimia. Web pembelajaran inilah yang diujikan kepada siswa.
Pembelajaran Sistem Periodik Unsur menggunakan media Edmodo berbasis Social Network dapat dikatakan layak dan efektif sebagai media pendukung dalam pembelajaran kimia, hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang diberikan kepada siswa yang menghasilkan tanggapan setuju untuk menggunakan media edmodo sebagai media pendukung dalam pembelajaran kimia.


DAFTAR PUSTAKA
Koran, Jaya Kumar C. (2002), Aplikasi E-Learning dalam Pengajaran dan pembelajaran di Sekolah Malaysia. (8 November 2002).
Soekartawi, (2003) Prinsip Dasar E-Learning: Teori Dan Aplikasinya DiIndonesia, Jurnal Teknodik, Edisi No.12/VII/Oktober/2003.


27 komentar:

  1. jelaskan cara untuk merancang suatu elerning dengan syarar personal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

      Hapus
  2. beri contoh lain mengenai penerapan e-learning dalam pembelajaran kimia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada sebuah produk berupa web pembelajaran dengan alamat web adalah www.edmodo.com/belajarkimia. Web pembelajaran inilah yang diujikan kepada siswa.
      misalkan Pembelajaran Sistem Periodik Unsur menggunakan media Edmodo berbasis Social Network dapat dikatakan layak dan efektif sebagai media pendukung dalam pembelajaran kimia, hal ini dapat dilihat dari hasil tanggapan oleh siswa yang sangat berpatisipasi

      Hapus
  3. Tentu aman digunakan bagi siswa maupun guru karena memberikan informasi pembelajaran yang sangat positif bagi siswa namun ada kekurangnya dari sistem pembelajaran elearning yaitu interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology). Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer). Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet. Kurangnya penguasaan bahasa komputer

    BalasHapus
  4. Tambahan:
    Yang perlu diperhatikan sebelum memilih menggunakan/memanfaatkan e-learning untuk kegiatan pembelajaran adalah studi kelayakan. Ketersediaan TIK seperti internet, infrastruktur pendukung (listrik, komputer), sumber daya manusia pengelola (producers, admin), dengan e-learning apakah kegiatan yang dilakukan menguntungkan, dan fungsi e-learning tersebut sebagai tambahan, pelengkap atau pengganti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  5. apakah ada cara untuk menanggulangi kekurangan e-learning tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengatasi kelemahan penggunaan e-learning yaitu dengan cara mempersiapkan semua komponen yang dibutuhkan dan disesuaikan untuk media tersebut. Contohnya: materi harus sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa, mudah diakses siswa, dan disediakan forum diskusi secara online.

      Hapus
  6. Sedikit menambahkan, dalam pengembangan model e-learning perlu rancangan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan, khususnya dalam penggunaan internet. Menurut Haughey (Anwas, 2000) ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course. Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disamapaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh.
    Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberi arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet.
    Sedang model ketiga, web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Peran pengajar dalam model ini dituntut untuk menguasahi teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  7. bagaimana dengan anak yg tinggal di pedesaan dapat menikmati pembelajaran berbasis elearning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang ini teknologi semakin pesat tersebar luas dan sekarang pun dipedesaan sudah memulai hal itu dan siswa yang disekolah pedesaan sudah bisa menggunakan e-learning dimana pun

      Hapus
  8. menurut anda apakah pembelajran e-learning sudah efektif digunakan saat ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilihat dari segi metodenya memang pelaksanaan e-learning ini baik adanya. Baik untuk dosen baik juga untuk mahasiswa. Karena seperti yang telah disebutkan diatas tadi, dengan adanya e-learning mahasiswa bisa lebih banyak bertanya tentang materi yang masih belum dipahami tanpa rasa malu atau takut untuk mengungkapkannya.

      Disamping itu juga bisa mengakomodir perkuliahan agar tetap berjalan dengan lancar dan sesuai dengan waktu yang telah disediakan. Jika sewaktu-waktu dosen berhalangan hadir karena berbagai alasan, perkuliahan bisa dilanjutkan dengan kuliah online, e-learning. Jadi kuliah tidak harus selalu di kelas tapi bisa memanfaatkan teknologi. Selain itu juga pasti banyak mahasiswa yang mendukung metode ini. karena tidak repot-repot ke kampus namun cukup menghidupakan PC atau laptop dan menyambungkan koneksi menggunakan modem atau fasilitas wi-fi jika tersedia. Bagi yang belum punya laptop bisa pergi ke warnet sebentar.

      Hapus
  9. menurut anda apa pengaruh e-learning ini dalam pendidikan? dan dampaknya pada pendidikan yang akan datang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena e-learning dapet mempermudah siswa dalam belajar. Bayangkan saja jika kita tanpa perlu repot-repot datang ke sekolah yang tentunya memerlukan biaya lebih untuk bisa sampai kesekolah. Dengan e-learning kita tidak akan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke sekolah, dari sini sudah terlihat jelas bahwa e-learning dapat menghemat biaya pengeluaran. Selain itu cara pembelajaran di kelas, dimana dalam 1 kelas terdapat banyak siswa namun tidak semua siswa dikelas itu bisa memahami dengan baik materi yang dijelaskan oleh pengajar. Metode pembelajaran yang terlalu cepat, serta banyaknya siswa sehingga menyebabkan pengajar tidak bisa memperhatikan siswanya satu persatu adalah faktor yang membuat siswa tertinggal karena mengalami kesulitan dalam memahami materi.

      Dengan menggunakan sistem pembelajaran e-learning, siswa dapat menentukan kecepatan berdasarkan pemahaman mereka sendiri agar mereka benar benar memahami materi yang sedang dipelajari. Di samping itu, siswa juga dapat mengulangi materi pembelajaran yang sudah mereka pelajari sebelumya. Cara ini tentu lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran di kelas pada umumnya.

      Hapus
  10. Pembelajaran berbasis Web adalah suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bias diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis Web atau yang dikenal juga dengan Web Based Learning, merupakan salah satu jenis penerapan pembelajaran elektronik (E-learning). Atau dapat juga dikatakan sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajaran.
    Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW) (Oos M. Anwas: 2003).

    Konvensi internasional, menyatakan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan berbagai proses dan aplikasi elektronik untuk pembelajaran, termasuk di dalamnya adalah CBT, WBI, CD, dan lain-lain. Sedangkan pembelajaran berbasis web diartikan sebagai pembelajaran melalui internet, intranet, dan halaman web saja. Namun demikian istilah e-learning dan online learning sering disamakan dengan pembelajaran berbasis web (Davidson & Rasmusen, 2006: 10).
    Rosenberg menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Secara lebih rinci Rosenberg mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu: e-learning bersifat jaringan, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet, e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas (Oos M. Anwas: 2003).
    Oleh karena dalam web tersedia sumber informasi dan sumber daya pembelajaran yang melimpah, maka kegiatan belajar tidak difokuskan pada satu atau beberapa sumber informasi tertentu saja, tetapi bereksplorasi ke berbagai situs-situs yang berkaitan. Dalam pengajaran konvensional seorang dosen mewajibkan mahasiswa untuk mempelajari (menghafal) buku atau diktat tertentu untuk kemudian dievaluasi penguasaannya pada akhir semester. Dalam model pengajaran berbasis web seorang dosen lebih tepat memberi pengarahan kepada mahasiswa agar mencapai suatu tujuan akhir yang diharapkan dan membiarkan mahasiswa mengorganisir proses pembelajarannya sendiri. Dalam hal ini mirip seperti metode proyek, akan tetapi aplikasinya tidak pada kerja proyek, melainkan pada pengembangan pengetahuandalam bidang ilmu tertentu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  11. bagaimanakah kriteria elearning yang baik sebagai media pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rosenberg mengkategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam E-Learning, yaitu:

      E-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam E-Learning, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.
      E-Learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. CD-ROOM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai E-Learning.
      E-Learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigma tradisional dalam pelatihan.

      Hapus
  12. Dengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan, karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Bukankah hal tersebut malah membuat siswa malas dalam belajar dikarenakan kecanggihan teknologi pada zaman sekarang ini?jelaskan dan berikan alasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. e-learning tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa akan lebih diberdayakan karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan koneksi ke Internet, seorang siswa punya akses ke berbagai sumber informasi yang tak terbatas. Selain itu, e-learning bersifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.

      Hapus
  13. Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  14. sedikit menambahkan,
    Media pembelajaran berbasis learning management system menjadi salah satu solusi yang bisa dipakai dalam proses pembelajaran. Beberapa alasan menggunakan media pembelajaran ini adalah(a) terjadi peningkatan efektivitas pembelajaran dan prestasiakademik siswa, (b) menambah kenyamanan, (c) menarik lebih banyak perhatian siswa kepada materi yang disampaikan dalam pembelajaran, (d) dapat diterapkan dengan berbagai tingkat dan model pembelajaran, dan (e) dapat menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya (Kim, 2007:5; Kose, 2010:2796).Media pembelajaran berbasis LMS sangat berguna dalam menyediakan lingkungan/suasana belajar yang lengkap bagi siswa, karena penuh dengan penyediaan dokumen yang terkait modul dalam format elektronik, kesempatan untuk saling belajar bersama-sama,dan kesempatan untuk menyerahkan semua penilaian sumatif secara elektronik. Alasan lain yang mendukung perspektif tersebut adalah bahwa setiap siswa memiliki akses ke semua konten pembelajaran, memiliki fleksibilitas waktu dan momen yang paling cocok untuk kebutuhan siswa dalam belajar, dapat belajar dengan kemampuan kecepatan belajar masing-masing, dan berpartisipasi dalam kesempatan belajar yang interaktif (Alberst et al, 2007:55-56; Kose, 2010:2796).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  15. Bagaimana cara penerapan metode yang baisa digunakan pembelajaran tatap muka pada pembelajan melalui e-learning ini? berikan contohnya

    BalasHapus