Dalam buku yang berjudul ”The
Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8)
menjelaskan :
”The term ‘multimedia’ is a
catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily
deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is
characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video;
some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’
component refers to the process of empowering the user to control the
environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di
atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa
elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video.
Program multimedia biasanya bersifat interaktif
A.
Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil penelitian yang dilakukan
oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi
belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas
belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia?
Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat
diterapkan di Pembelajaran. Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
a.
Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari
gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia
berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik,
audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
b. Prinsip Kertedekatan
Prinsip keterdekatan terbagi
dua, yaitu keterdekatan ruang atau keterdekatan kata tercetak dengan gambar
yang terkait (Mayer, 2009:119; Clark & Mayer, 2011:92) dan keterdekatan
waktu atau keterdekatan kata-kata ternarasi dengan gambar yang terkait (Mayer,
2009:141; Clark & Mayer, 2011:102). Prinsip keterdekatan ruang menyatakan
bahwa siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata tercetak dan gambar-gambar
yang terkait disajikan saling berdekatan daripada disajikan saling berjauhan
(Mayer, 2009:119). Sedangkan prinsip keterdekatan waktu menyatakan bahwa siswa
bisa belajar lebih baik jika kata-kata ternarasikan dan gambar-gambar yang
terkait (animasi atau video) disajikan pada waktu yang sama (simultan) (Mayer,
2009:141).
Alasan Mayer (2009:119) berkaitan prinsip keterdekatan ruang adalah
saat kata-kata dan gambar terkait saling berdekatan di suatu layar, maka murid
tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif untuk secara visual mencari
mereka di layar itu. Siswa akan lebih bisa menangkap dan menyimpan mereka
bersamaan di dalam memori kerja pada waktu yang sama. Sedangkan untuk
keterdekatan waktu, Mayer (2009:141) beralasan bahwa saat bagian narasi dan
bagian animasi terkait disajikan dalam waktu bersamaan, siswa lebih mungkin
bisa membentuk representasi mental atas keduanya dalam memori kerja pada waktu
bersamaan. Hal ini lebih memungkinkan siswa untuk membangun hubungan mental
antara representasi verbal dan representasi visual.
c.
Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika
kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila
disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or
sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks,
maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan
menjadi sesuatu yang terpisah.
d.
Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika
kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila
disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu
gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya
munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan
memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
e.
Prinsip Koherensi
Prinsip koherensi menyatakan
bahwa siswa bisa belajar lebih baik jika hal-hal ekstra disisihkan dari sajian
multimedia (Mayer, 2009:167). Prinsip koherensi terbagi atas tiga versi, yaitu
pembelajaran siswa terganggu jika gambar-gambar menarik namun tidak relevan
ditambahkan (Mayer, 2009:170; Clark & Mayer, 2011:159), pembelajaran siswa
terganggu jika suara dan musik menarik namun tidak relevan ditambahkan (Mayer,
2009:181; Clark & Mayer, 2011:153), dan pembelajaran siswa akan meningkat
jika kata-kata yang tidak dibutuhkan disisihkan dari presentasi multimedia
(Mayer 2009:188; Clark & Mayer, 2011:166).
Mayer (2009:167) mengemukakan alasan
teoretis bahwa materi ekstra selalu bersaing memperebutkan sumber-sumber kognitif
dalam memori kerja sehingga bisa mengalihkan perhatian siswa dari materi yang
penting. Hal-hal ekstra juga bisa menganggu proses penataan materi dan bisa
menggiring siswa untuk menata materi di atas landasan tema yang tidak sesuai.
Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan
tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media
mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan,
memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini
sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang
disajikan. Jangan macam-macam.
f.
Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari
animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.
Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi
ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
g.
Prinsip Redudansi
Prinsip redundansi menyatakan
bahwa siswa belajar lebih baik dari gambar dan narasi daripada dari gambar,
narasi, dan teks tercetak di layar (Mayer, 2009:215). Implikasi dari hal ini
adalah saran dari Clark & Mayer (2011:125) untuk tidak menambahkan teks
tercetak di layar ke gambar yang sedang dinarasikan. Clark & Mayer (2011:135) mengemukakan
alasan bahwa siswa akan lebih memperhatikan teks tercetak di layar daripada ke
gambar yang berkaitan. Saat mata mereka fokus di kata-kata tercetak, siswa
tidak bisa melihat ke gambar yang sedang dinarasikan. Juga, siswa berusaha
membandingkan teks tercetak dengan narasi yang diucapkan sehingga membebani
proses kognitif. Karena itulah, untuk gambar yang sedang dinarasikan, hendaknya
tidak ditambahkan teks tercetak di layar.
Orang belajar lebih baik dari
animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks
pada layar (redundan).Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau
sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula
dengan teks yang panjang.
h.
Prinsip Personalisasi
Prinsip personalisasi
menyarankan agar pengembang multimedia menggunakan gaya percakapan dalam narasi
daripada gaya formal (Clark & Mayer, 2011:182). Gaya percakapan di
antaranya dicapai dengan menggunakan bahasa orang pertama dan orang kedua serta
dengan suara manusia yang ramah. Orang belajar lebih baik dari teks atau
kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang
lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak
daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang
komunikatif dan sedikit ber-style.
i.
Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika
ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif:
simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu
linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari
satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus
memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu
sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan
sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang
konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan
tingkat interaktivitas makin tinggi.
j.
Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa
yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk
menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest).
Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai
isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
k.
Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh
kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi
yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi
mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya.
B.
Manfaat Multimedia Pembelajaran
Secara umum manfaat yang dapat
diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah
waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses
belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar
siswa dapat ditingkatkan. Sedangkan keunggulan
multimedia pembelajarn adalah sebagai berikut:
· Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak
tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.
· Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak
mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
· Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks,
rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia,
bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan
lain-lain.
·
Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh,
seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
· Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya,
seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
· Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
Daftar pustaka
Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.
mengapa siswa akan lebih memperhatikan teks tercetak dilayar daripada ke gambar yang berkaitan?
BalasHapusSaat mata mereka fokus di kata-kata tercetak, siswa tidak bisa melihat ke gambar yang sedang dinarasikan. Juga, siswa berusaha membandingkan teks tercetak dengan narasi yang diucapkan sehingga membebani proses kognitif. Karena itulah, untuk gambar yang sedang dinarasikan, hendaknya tidak ditambahkan teks tercetak di layar.
HapusBagaimana pengaruh modalitas belajar (learning styles)terhadap pembelajaran bagi peserta didik ?
BalasHapusModalitas belajar sangat diperlukan dalam pembelajaran karena dengan modalitas kita dapat menyerap, lalu mengatur dan mengolah informasi yang didapat dari belajar. Di dalam modalitas belajar belajar terdapat komponen yang sangat diperlukan oleh siswa karena meyerap dan mengatur serta mengolah informasi pembelajaran. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi hasil dari kegiatan belajar siswa ke arah yang positif. Melalui modalitas belajar siswa dapat menentukan gaya belajar yang mana sesuai dengan karakteristik masing-masing. Modalitas belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang terdiri dari modalitas visual, modalitas auditori, modalitas kinestetik.
HapusProses pembelajaran sekarang bukanlah pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) melainkan pembelajaran harus berpusat pada siswa (student centered). Perubahan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap, dan perilaku. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa yang akan berdampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
jelaskan model - model dari representasi pengetahuan secara verbal ?
BalasHapusModel-model dari representasi pengetahuan secara verbal mencakupi :
Hapus1.Model Pengelompokan (Clustering Model), diorganisasikan dalam kelompok (kata-kata yang berada dalam kategori yang serupa diingat bersama-sama).
2.Model-Model Set-Teoretik, berisi gagasan bahwa konsep-konsep diorganisasikan melalui sejumlah besar set informasi, yang meliputi kategori-kategori dan stribut-atribut.
3.Model Perbandingan-Fitur Semantik, mengasumsikan sebuah struktur set-teoretik namun membedakan atribut-atribut sebagai atribut penegas (fitur yang hakiki) dengan fitur karakteristik (bersifat deskriptif).
4.Model-Model Jaringan Semantik, mengasumsikan bahwa konsep-konsep disimpan dalam memori sebagai unit-unit independen yang saling terhubung oleh koneksi-koneksi yang spesifik dan bermakna.
5.Model Aktivasi Menyebar, menjelaskan hasil priming (upaya membuat suatu kata atau konsep menjadi lebih mudah diingat dengan menyaksikan penayangan sebuah kata yang berkaitan).
jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusMultimedia yang cocok yaitu Audio-Visual dalam Proses Pembelajaran
HapusMengajar dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Sedangkan yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perbahan tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Oleh karena itu media yang digunakan dalam proses pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang baik.
Sebelum memasuki pembahasan mengenai alasan pemilihan media audio visual dalam proses pembelajaran, terlebih dahulu mengetahui alasan penggunaan media dalam pembelajaran. Secara umum dalam memnggunakan media pengajaran, hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip tertentu agar penggunaan media dapat mencapai hasil yang baik. Agar media pengajaran yang dipilih itu tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip pemilihan
Apakah semua prinsip-prinsip yang telah anda jelaskan dapat diterapkan secara bersamaan? dan dari prinsip tersebut, manakah prinsip yang sulit untuk diterapkan ? jelaskan!
BalasHapusMenurut saya bisa. Karena prinsip-prinsip di atas telah di rancang dalam proses pembelajaran yang baik dan efektif.semua prinsip bisa diterapkan tergantung pada apab yang dibutuh kan untuk proses pembelajaran
Hapusjika salah satu prinsip ini tidak dijalankan, maka apakah dapat disebut dengan multimedia?
BalasHapusmenurut saya iya, karena prinsip-prinsip tersebut saling berkesinambungan nah jika salah satu prinsip tersebut tidak di lakukan maka proses pembelajaran kurang efektif .
Hapusmenurut anda prinsip mana yang paling sulit untuk diterapkan?
BalasHapussemua prinsip tidak ada yang sulit diterapkan , semuanya bisa diterapkan tergantung pada apa yang dibutuh kan untuk proses pembelajaran
Hapusjika salah satu prinsip diatas tidak terpenuhi apakah masih dapat dikatakan multimedia pembelajaran? jelaskan!
BalasHapusTidak karena semua prinsip-prinsip tersebut saling berkesinambungan nah jika salah satu prinsip tersebut tidak di lakukan atau tidak terpenuhi maka proses pembelajaran kurang efektif .
Hapusapakah prinsip yang ada bisa menggambarkan seberapa efektifnya multimedia yang dibuat untuk pembelajaran?
BalasHapusnsip utama pemilihan media pembelajaran adalah efektivitas media pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran serta efektivitasnya dalam membantu siswa memahami materi pembelajaran yang akan disajikan. Guru harus menimbang-nimbang apakah suatu media pembelajaran yang akan digunakan lebih efektif bila dibandingkan dengan media yang lain.
HapusMisalnya, pada pembelajaran IPA di SD tentang terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan, siswa perlu memahami posisi matahari, bumi, dan bulan saat melalukan peredaran. Contohmedia dalam pembelajaran pada materi ini yang tersedia di sekolah misalnya media pembelajaran berupa gambar dalam bentuk charta dan alat peraga 3 dimensi berupa model peredaran matahari, bumi dan bulan. Guru dalam hal ini memperhitungkan sejauh dan sedalam apa siswa akan belajar jika menggunakan media pembelajaran berupa gambar, dan sejauh serta sedalam apa siswa akan belajar bila media yang digunakan adalah model peredaran matahari, bumi dan bulan.
Jelaskan dan beri contoh prinsip perbedaan individu!
BalasHapus“Proses belajar bercorak ragam bagi setiap orang”
HapusProses pengajaran seyogianya memperhatikan perbedaan indiviadual dalam kelas sehingga dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar yang setinggi-tingginya. Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkatan sasaran akan gagal memenuhi kebutuhan seluruh siswa. Karena itu seorang guru perlu memperhatikan latar belakang, emosi, dorongan dan kemampuan individu dan menyesuaikan materi pelajaran dan tugas-tugas belajar kepada aspek-aspek tersebut.
Berkenaan dengan perbedaan individual ada beberapa hal yang perlu diingat:
Para pelajar harus dapat dibantu dalam memahami kekuatan dan kelemahan dirinya dan selanjutnya mendapat perlakuan dan pelayanan kegiatan, tugas belajar dan pemenuhan kebutuhan yang berbeda-beda.
Para pelajar perlu mengenal potensinya dan seyogianya dibantu untuk merenncanakan dan melaksanakan kegiatannya sendiri.
Para pelajar membutuhkan variasi tugas, bahan dan metode yang sesuai dengan tujuan , minat dan latarbelakangnya.
Pelajar cenderung memilih pengalaman belajar yang sesuai dengan pengalamannya masa lampau yang ia rasakan bermakna untuknya. Setiap pelajar biasanya memberi respon yang berbeda-beda karena memang setiap orang memiliki persepsi yang berbeda mengenai pengalamannya.
Kesempatan-kesempatan yang tersedia untuk belajar lebih diperkuat bila individu tidak merasa terancam lingkungannya, sehingga ia merasa merdeka untuk turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan belajar. Manakala para pelajar memiliki kemerdekaan untuk berpikir dan berbuat sebagai individu, upaya untuk memecahkan masalah motivasi dan kreativitas akan lebih meningkat.
Pelajar yang didorong untuk mengembangkan kekuatannya akan mau belajar lebih giat dan sungguh-sungguh. Tetapi sebaliknya bila kelemahannya yang lebih ditekankan maka ia akan menunjukkan ketidakpuasannya terhadap belajar
jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?dan apa yang dapat ditimbulkan jika hal tersebut terjadi?
BalasHapusadakah prinsip yang mendasari pemilihan media pembelajaran?
BalasHapusInteraksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalahb bagaimana bila hal tersebut terjadi pada saat pembelajaran online berlangsung?
BalasHapusMengapa pada Multimedia pembelajaran diprlukannya juga sebuah Prinsip? Bagaimana jikatidak menggunakan prinsip apakah bisa dikatan sebuah multimedia pembelajaran?
BalasHapus