A.
Tokoh
Pelopor Teori Pemrosesan Informasi
Salah
satu tokoh pelopor dari teori pemrosesan informasi adalah Robert Gagne yang
memiliki nama lengkap Robert Milis Gagne, ia dilahirkan pada tanggal 21 Agustus
1916 di di North Andover, Massachusetts dan meninggal pada tanggal 28 April
tahun 2002. Setelah lulus dari SMA, Gagne melanjutkan pendidikan di Yale University.
Gagne
beranggapan bahwa terdapat masalah dalam pandangan sebelumnya (1) Ide yang
dikemukakan awal terkait dengan situasi spesifik, seperti anjing berliur ketika
melihat makanan (2) Teori-teori awal berasal dari sudut belajar di
laboratorium, dan tidak menjelaskan kapasitas manusia untuk mempelajari
ketrampilan dan kemampuan yang kompleks. Gagne tidak mengawali dengan dengan
riset laboratorium, ia berpendapat bahwa kunci untuk mengembangkan teori yang
komprehensif adalah memulai dengan analisis berbagai macam kinerja dan
ketrampilan yang dilakukan oleh manusia. Teori-teori sebelumnya memang
menjelaskan subkomponen belajar manusia, akan tetapi subketrampilan itu bukan
tujuan utama dari belajar.
Ada
beberapa unsur yang melandasi pandangan Gagne tentang belajar. Menurutnya,
belajar bukan merupakan proses tunggal, melainkan proses yang luas yang
dibentuk oleh pertumbuhan dan perkembangan tingkah laku Jadi tingkah laku itu
merupakan hasil dari efek komulatif belajar. Artinya banyak ketrampilan yang
telah dipelajari memberikan sumbangan bagi belajar ketrampilan yang lebih
rumit, contohnya keterampilan belajar “menjumlah“ akan berguna bagi siswa untuk
belajar “mengkali” siswa tidak perlu belajar menjumlah ketika belajar mengkali.
Contoh model dari Pavlov oleh Gagne dideskripsikan sebagai belajar
signal atau tanda, sedangkan perspektif lain dari teori stimulus-respons (S-R)
dari Thorndike dan Skinner adalah salah satu contoh terbentuknya koneksi (S-R).
Saat anak mendapatkan sejumlah koneksi maka akan terbentuk rantai koneksi. Sedangkan
para penganut psikologi Gestalt berpendapat bahwa belajar terjadi ketika subyek
“melihat” hubungan baru dalam stuasi masalah Gagne, (tetapi tidak
menilai belajar yang telah dilakukan oleh subyek sebelumnya) . Pandangan Gagne
tentang pendekatan kognitif ini didukung oleh sebuah penelitian tentang
pentingnya pengetahuan dalam memahami dan mengingat sesuatu yang baru telah
dilakukan oleh Recht dan Leslie keduanya meneliti tentang siswa-siswa sekolah
menengah pertama yang sangat bagus membacanya dan sangat kurang membacanya.
Mereka menguji pengetahuan siswa tentang olahraga baseball dan menemukan bahwa
pengetahuan baseball tidak ada kaitannya dengan kemampuan membaca. Karena itu
kedua peneliti tersebut membagi siswa menjadi empat kelompok, yaitu 1) Kelompok
yang mampu membaca dengan bagus sekaligus memiliki pengetahuan tentang
baseball, 2) kelompok yang mampu membaca dengan bagus tapi kurang
pengetahuannya tentang baseball, 3) kelompok yang kurang mampu membaca dengan
baik tapi memiiki kemampuan yang luas tentang baseball, 4) Kelompok yang
memiliki kemampuan membaca yang kurang dan pengetahuan tentang baseball yang
kurang.
Penelitian
Recht dan Leslie
Kriteria
|
Kelompok
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Ketrampilan Membaca
|
+
|
+
|
–
|
–
|
Pengetahuan tentang Baseball
|
+
|
–
|
+
|
–
|
Hasilnya,
kekuatan pengetahuan siswa yang memiliki kemampuan membaca kurang dan telah memiliki
pengetahuan baseball yang luas ternyata lebih baik daya ingatnya tentang
basaeball dari pada siswa yang memiliki kemampuan membaca yang baik tetapi
pengetahuan baseball yang kurang. Dan diketahui pula bahwa siswa yang memiliki
kemampuan membaca yang kurang dengan pengetahuan baseball yang luas sama baiknya
dengan siswa yang mampu membaca dengan baik dan pengetahuan baseball yang luas.
Sedangkan siswa yang kurang baik dalam kemampuan membaca dan kurang baik dalam
pengetahuan baseball kurang dapat mengingat apa yang mereka baca. Dari
penelitian tersebut kedua peneliti menyimpulkan bahwa dasar pengetahuan yang
baik lebih penting daripada strategi belajar dalam memahami dan mengingat.
B. Pengertian Teori Pemrosesan
Informasi
Shuell
dalam Schunk menyebutkan bahwa teori-teori pengolahan informasi memfokuskan
perhatian pada bagaimana orang memperhatikan peristiwa-peristiwa lingkungan,
mengkodekan informasi-informasi untuk dipelajari, dan menghubungkannya dengan
pengetahuan yang ada dalam memori, menyimpan pengetahuan yang baru dalam memori,
dan menariknya kembali ketika dibutuhkan. Information processing model
memandang memori manusia itu seperti sebuah komputer yang mengambil atau
mendapatkan informasi, mengelolanya, mengubahnya baik bentuk dan isi, kemudian
menyimpannya, dan menghadirkan kembali pada saat dibutuhkan. Dari pengertian
tersebut dapat dikatakan bahwa teori pemrosesan informasi merupakan model dalam
teori kognitivisme yang mencoba menjelaskan kerja memori manusia dalam
memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi.
C. Sistem Pemrosesan
Informasi
Gredler
menyebutkan bahwa ada dua asumsi pokok yang mendukung riset pemrosesan
informasi, yaitu sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan
terorganisasi serta pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar.
Terkait dengan asumsi tersebut maka perlu dibahas tentang hakikat sistem memori
manusia dan organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang. Konsepsi awal
tentang memori manusia menganggap bahwa memori hanya sekedar tempat penyimpanan
atau kolektor informasi yang pasif selama periode waktu yang lama. Tetapi, pada
tahun 1960-an periset mulai memandang memori manusia sebagai sistem kompleks
yang memproses dan mengorganisasikan semua pengetahuan kita . Disebutkan pula
oleh Santrock bahwa memori atau ingatan adalah penyimpanan informasi di setiap
waktu.
Cara
kerja memori manusia meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan, yaitu
memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short-term memory,) dan
memori jangka panjang (long-term memory). Konseptualisasi umum memori manusia
digambarkan oleh Gredler dalam gambar 1.1 berikut ini.
D.
Konseptualisasi Umum Memori Manusia
Memandang
memori manusia itu seperti sebuah komputer yang mengambil atau mendapatkan
informasi, mengelolanya, mengubahnya baik bentuk dan isi, kemudian
menyimpannya, dan menghadirkan kembali pada saat dibutuhkan. Bagian
penting mengenai memori yang berkaitan dengan teori pemrosesan informasi yaitu
pengodean (encoding), penyimpanan (storage), dan pemanggilan kembali
(retrieval). Pengodean adalah proses di mana informasi masuk ke dalam memori.
Penyimpanan adalah penahan informasi di setiap waktu. Pemanggilan kembali
berarti mengeluarkan informasi dari penyimpanan. Aliran informasi di seluruh
sistem pengolahan informasi dikendalikan oleh proses control (eksekutif).
Woolfolk menggambarkan model pemrosesan informasi (information processing model
) sebagai berikut :
1. Sensory Memory
Sensory
memory atau sensory register merupakan komponen pertama dalam system memori.
Sensori memory menerima stimuli atau informasi dari lingkungan (seperti sinar,
suara, bau, dan lain sebagainya) secara terus menerus melalui alat penerima
(receptor) kita. Receptor disebut juga dengan alat-alat indera. Informasi yang
diterima disimpan dalam sensory memory kurang lebih dua detik . keberadaan sensory memory memiliki dua
implikasi dalam proses belajar. Pertama, orang harus memberikan perhatian pada
informasi yang ingin diingatnya. Kedua, waktu mendapatkan atau mengambil informasi
harus dalam keadaaan sadar. Setelah respon diterima oleh sensory memory, otak
mulai bekerja untuk memberikan makna terhadap informasi atau ransangan
tersebut. Proses ini disebut Perseption atau memersepsi. Persepsi (pengenalan
pola) terjadi; yaitu proses pemberian makna terhadap sebuah input stimulus mengacu
pada kelekatan makna pada input-input lingkungan yang diterima melalu panca
indera. Persepsi manusia terhadap informasi yang diterimanya berdasarkan realita
obyek yang mereka tangkap dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya
Misalkan, bila ada tulisan seperti berikut ini, Jika seseorang kita tanya huruf
apakah itu, maka orang akan mengatakan itu huruf z, jika kita tanya angka
berapakah itu, maka orang akan menjawab 2, jika orang yang kita tanya belum
pernah mengenal sama sekali angka atau huruf maka, maka orang tersebut akan
kesulitan memberi makna dan hanya menganggap itu hanyalah simbol/coretan yang
tidak berarti.
Persepsi
terhadap stimuli tidak seasli atau semurni stimuli sebenarnya, karena bisa
dipengaruhi kondisi mental, pengalaman sebelumnya, motivasi-motivasi, pengetahuan,
dan faktor lainnya . Perhatian merupakan faktor (attention) penting dalam
proses ini, Tidak semua stimuli dari lingkungan diterima manusia karena
perhatian merupakan sebuah sumber yang terbatas). pada tahapan ini satu input
dipilih untuk diberikan perhatian lebih lanjut berdasarkan tingkat aktivasinya
yang tergantung kepada konteks . Jadi di sinilah peran proses kontrol (eksekutif)
mengendalikan informasi mana yang akan dipilih untuk proses lebih lanjut.
2. Short-Term
Memory (STM)
Short-term
memory atau memori jangka pendek adalah sistem memori dengan kapasitas yang
terbatas di mana informasi disimpan selama 30 detik, kecuali informasi tersebut
diulang atau kalau tidak diproses lebih lanjut, karena jika diproses informasi
bisa disimpan lebih lama .
Short-term
memory disebut juga sebagai working memory atau memori kerja. working
memory adalah seperti meja
kerja pikiran tempat berlangsungnya banyak pemrosesan informasi. Working
memory terdiri atas tiga komponen utama, yaitu putaran fonologis, working
memory visual ruang, dan eksekutif sentral. Input dari memori sensori menuju
putaran fonologis, di mana informasi tentang cara bicara disimpan dan
pengulangan terjadi dan menuju working memory visual ruang, di mana
informasi visual dan ruang, termasuk imajinasi disimpan. Eksekutif
sentral tidak hanya menggabungkan informasi dari putaran fonologis dan working
memory visual ruang, tetapi juga dari memori jangka panjang (retrieval).
3. Long-Term Memory (LTM)
Long-term memory atau memori jangka panjang adalah jenis memori yang
menyimpan banyak sekali informasi untuk periode waktu yang lama dalam cara yang
relative permanen . Kapasitas memori jangka panjang manusia sangatlah
mengejutkan dan efisiensi di mana individu-individu bisa mendapatkan kembali
informasi sangatlah mengesankan. Representasi pengetahuan dalam LTM tergantung
pada frekuensi dan kontinguitas. Makin sering suatu fakta, peristiwa,
atau ide dijumpai, makin kuat representasinya dalam memori. Selain itu, dua
pengalaman yang terjadi berdekatan waktunya akan cenderung dihubungkan dengan
memori sehingga ketika salah satunya diingatkan yang satunya akan teraktifkan.
Maka, informasi dalam LTM direpresentasikan dalam struktur-struktur asosiatif.
Asosiasi-asosiasi ini sifatnya kognitif, tidak seperti asosiasi dalam teori
pengkondisian yang sifatnya behavioral (stimulus dan respon).
Berdasarkan
isinya memori jangka panjang dapat dibedakan menjadi subjenis memori deklaratif
dan prosedural. Memori deklaratif dibagi lagi menjadi memori episodik dan
memori semantik,
Memori
deklaratif (declarative memory) adalah pengumpulan kembali informasi
yang disengaja, seperti fakta atau peristiwa tertentu yang bisa dikomunikasikan
secara verbal. Sedangkan memori procedural (procedural memory) adalah
pengetahuan nondeklaratif dalam bentuk keterampilan dan operasi kognitif.
Memori prosedural tidak bisa dikumpulkan kembali secara sadar, setidaknya dalam
bentuk peristiwa atau fakta tertentu.
Psikolog
kognitif membedakan antara dua subjenis memori deklaratif menjadi episodik dan
semantik. Memori episodik (episodic memory) adalah ingatan mengenai
informasi tentang waktu dan tempat terjadinya peristiwa dalam kehidupan. Memori
semantik (semantic memory) adalah pengetahuan umum tentang dunia ini.
Memori semantik mencakup tentang jenis pengetahuan yang dipelajari di sekolah;
pengetahuan dalam bidang keahlian yang berbeda; dan pengetahuan “sehari-hari”
tentang makna kata, orang-orang terkenal, tempat-tempat penting, dan hal-hal
biasa.
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin
& Esa Nur Wahyuni. (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran.
Yogyakarta : Ar-Ruzz Media Group.
Gredler,
M.E. (2013). Learning and Instruction Teori dan Aplikasi. (Terjemahan
Tri Wibowo B.S). Jakarta : Kencana.
Mohammad Surya, 2004 . Psikologi Pembelajaran dan
Pengajaran . Jakarta: Pusataka Bani Quraisy .
Schunk,
D.H. (2012). Learning Theories. (Terjemahann Eva Hamdiah dan Rahmat
Fajar). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
dalam blog nina ada tertulis "Setelah respon diterima oleh sensory memory, otak mulai bekerja untuk memberikan makna terhadap informasi atau ransangan tersebut. Proses ini disebut Perseption atau memersepsi" , apasih yang dimaksud dengan proses Perseption dan apa contohnya?
BalasHapusPersepsi (pengenalan pola) terjadi; yaitu proses pemberian makna terhadap sebuah input stimulus mengacu pada kelekatan makna pada input-input lingkungan yang diterima melalu panca indera. Persepsi manusia terhadap informasi yang diterimanya berdasarkan realita obyek yang mereka tangkap dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya . Contohnya, bila ada tulisan seperti berikut ini, Jika seseorang kita tanya huruf apakah itu, maka orang akan mengatakan itu huruf z, jika kita tanya angka berapakah itu, maka orang akan menjawab 2, jika orang yang kita tanya belum pernah mengenal sama sekali angka atau huruf maka, maka orang tersebut akan kesulitan memberi makna dan hanya menganggap itu hanyalah simbol/coretan yang tidak berarti.
HapusMemori deklaratif dibagi lagi menjadi memori episodik dan memori semantik tolong jelaskan ?
BalasHapusMemori episodik (episodic memory) adalah ingatan mengenai informasi tentang waktu dan tempat terjadinya peristiwa dalam kehidupan. Memori semantik (semantic memory) adalah pengetahuan umum tentang dunia ini. Memori semantik mencakup tentang jenis pengetahuan yang dipelajari di sekolah; pengetahuan dalam bidang keahlian yang berbeda; dan pengetahuan “sehari-hari” tentang makna kata, orang-orang terkenal, tempat-tempat penting, dan hal-hal biasa.
HapusTolong anda jelakas Contoh model dari Pavlov oleh Gagne dideskripsikan sebagai belajar signal atau tanda itu seperti apa ?
BalasHapusbelajar signal atau tanda iti sama dengan Belajar isyarat mirip dengan conditioned respons atau respon bersyarat. Seperti menutup mulut dengan telunjuk, isyarat mengambil sikap tidak bicara. Lambaian tangan, isyarat untuk datang mendekat. Menutup mulut dan lambaian tangan adalah isyarat, sedangkan diam dan datang adalah respons. Tipe belajar semacam ini dilakukan dengan merespons suatu isyarat. Jadi respons yang dilakukan itu bersifat umum, kabur dan emosional. Menurut Krimble (1961) bentuk belajar semacam ini biasanya bersifat tidak disadari, dalam arti respons diberikan secara tidak sadar.
Hapussedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Terima Kasih atas penambahan materinya. Semoga bermanfaat.
Hapusbagaimana cara guru dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan daya proses informasi bagi siswa?
BalasHapusDengan cara memancing rasa ingin tau siswa yang berkaitan dengn kehidupan sehari-hari yang bersangkutan dengan materi yang diajarkan. sehingga dia lebih bisa memahami dan mngerti materi yang akan diajarakan oleh guru ataupun juga membuat bahan ajar dengan diberi animasi yang menarik sehingga siswa bisa mengingat apa yang disampaikan guru.
HapusBagaimana cara memunculkan informasi yang berada memori jangka pendek untuk dapat disimpan di memori jangka panjang?
BalasHapuskognitif Donald Hebb berikut ini. Informasi dalam memori jangka pendek akan diubah ke dalam memori jangka panjang apabila informasi tersebut telah tersimpan dalam memori jangka pendek cukup lama. Hal ini terjadi karena dalam memori jangka pendek suatu sirkuit‐bergema (reverberating circuit) dari aktivitas neural akan terjadi di otak, dengan suatu putaran bangkitan diri dari neuron. Apabila sirkuit tetap aktif dalam suatu periode maka terjadilah perubahan kimiawi atau struktural sehingga memori secara permanen akan tersimpan.
BalasHapusBeberapa pengalaman dapat diingat lebih baik dari yang lain, seperti peristiwa yang sangat menggembirakan atau bahkan peristiwa yang sangat traumatis. Studi pada binatang menunjukkan bahwa apabila suatu peristiwa menggembirakan terjadi maka adrenal medulla meningkatkan sekresinya dalam aliran darah adrenalin, yang dapat meningkatkan konsolidasi suatu memori.
bagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!
BalasHapusSuatu proses penyimpanan informasi yang permanen. Memori jangka panjang ini berasal dari memori jangka pendek yang selalu diulang-ulang dan berkesan bagi individu sehingga informasi yang ia terima dapat bersifat permanen dan bila suatu saat ia butuhkan maka akan teringat lagi. Informasi yang sudah tersimpan di dalam penyipanan jangka panjang ini sulit untuk hilang, sehingga dapat diingat dengan mudah. Jelaslah bahwa penyimpanan jangka panjang adalah penyimpanan jangka pendek yang mendapat pengulangan. Kata lainnya kata lainnya penyimpanan jangka panjang tidak akan terbentuk tanpa adanya pengulangan.
HapusDapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan kata kunci dalam proses pembelajaran. Karenanya, latihan selama di kelas atau di rumah merupakan kata kunci yang akan sangat menentukan keberhasilan atau ketidak berhasilan suatu pengetahuan yang diingat dalam jangka waktu yang lama. Itulah sebabnya, ada guru berpengalaman yang menyatakan kepada siswanya bahwa akan jauh lebih baik untuk belajar 6 × 10 menit daripada 1 × 60 menit.
Selain pengulangan atau latihan, beberapa hal penting yang harus diperhatikan Bapak dan Ibu Guru agar suatu pengetahuan dapat diingat siswa dengan mudah adalah:
1. Sesuatu yang sudah dipahami akan lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. Contohnya, proses untuk mengingat bilangan 17.081.945 akan jauh lebih mudah daripada proses mengingat bilangan 51.408.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para siswa, apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945.
2. Hal-hal yang sudah terorganisir dengan baik akan jauh lebih mudah diingat siswa daripada hal-hal yang belum terorganisir. Contohnya, mengingat susunan bilangan 4, 49, 1, 16, 9, 36, dan 25 akan jauh lebih sulit daripada mengingat bilangan berikut yang sudah terorganisir dengan baik: 1, 4, 9, 16, 25, 36, dan 49.
3. Sesuatu yang menarik perhatian siswa akan lebih mudah diingat daripada sesuatu yang tidak menarik hatinya. Acara televisi yang menarik perhatian para siswa akan memungkinkan para siswa untuk duduk berjam-jam di depan TV dan jalan ceriteranya akan mampu mereka ingat dengan mudah. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi juga, yaitu suatu proses pembelajaran yang tidak menarik perhatian mereka dapat menjadi beban bagi siswa dan tentunya juga bagi para guru.
apakah ada peran multinedia dalam suatu informasi dpt bertahan lama didalam longterm memory?
BalasHapusImplikasi dari teori pemrosesan informasi yang memandang belajar adalah pengkodean informasi ke dalam memori manusia seperti layaknya sebuah cara kerja komputer dan karena memori memiliki keterbatasan kapasitas, pembelajaran harus dapat untuk menarik perhatian siswa dan menyediakan aplikasi berulang dan praktik secara individual agar informasi yang diberikan mudah dicerna dan dapat bertahan lama dalam memori siswa, dan aplikasi komputer memiliki semuanya dengan kualitas yang sangat baik.
HapusDalam pemilihan dan penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi, dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia adalah:
1. Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur teks dan visual.
2. Bersifat interaktif, yaitu memiliki kemampuan untuk mengakomodasikan respon pengguna.
3. Bersifat mandiri, dalam pengertian member kemudahan dan kelengkapan isi sehingga pengguna bias menggunakan tanpa bimbingan dari orang lain.
bagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!
BalasHapusKarena pertanyaan nurhasanah sama dewi hampir sama jadi , Suatu proses penyimpanan informasi yang permanen. Memori jangka panjang ini berasal dari memori jangka pendek yang selalu diulang-ulang dan berkesan bagi individu sehingga informasi yang ia terima dapat bersifat permanen dan bila suatu saat ia butuhkan maka akan teringat lagi. Informasi yang sudah tersimpan di dalam penyipanan jangka panjang ini sulit untuk hilang, sehingga dapat diingat dengan mudah. Jelaslah bahwa penyimpanan jangka panjang adalah penyimpanan jangka pendek yang mendapat pengulangan. Kata lainnya kata lainnya penyimpanan jangka panjang tidak akan terbentuk tanpa adanya pengulangan.
HapusDapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan kata kunci dalam proses pembelajaran. Karenanya, latihan selama di kelas atau di rumah merupakan kata kunci yang akan sangat menentukan keberhasilan atau ketidak berhasilan suatu pengetahuan yang diingat dalam jangka waktu yang lama. Itulah sebabnya, ada guru berpengalaman yang menyatakan kepada siswanya bahwa akan jauh lebih baik untuk belajar 6 × 10 menit daripada 1 × 60 menit.
Selain pengulangan atau latihan, beberapa hal penting yang harus diperhatikan Bapak dan Ibu Guru agar suatu pengetahuan dapat diingat siswa dengan mudah adalah:
1. Sesuatu yang sudah dipahami akan lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. Contohnya, proses untuk mengingat bilangan 17.081.945 akan jauh lebih mudah daripada proses mengingat bilangan 51.408.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para siswa, apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945.
2. Hal-hal yang sudah terorganisir dengan baik akan jauh lebih mudah diingat siswa daripada hal-hal yang belum terorganisir. Contohnya, mengingat susunan bilangan 4, 49, 1, 16, 9, 36, dan 25 akan jauh lebih sulit daripada mengingat bilangan berikut yang sudah terorganisir dengan baik: 1, 4, 9, 16, 25, 36, dan 49.
3. Sesuatu yang menarik perhatian siswa akan lebih mudah diingat daripada sesuatu yang tidak menarik hatinya. Acara televisi yang menarik perhatian para siswa akan memungkinkan para siswa untuk duduk berjam-jam di depan TV dan jalan ceriteranya akan mampu mereka ingat dengan mudah. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi juga, yaitu suatu proses pembelajaran yang tidak menarik perhatian mereka dapat menjadi beban bagi siswa dan tentunya juga bagi para guru
Mengapa persepsi terhadap stimuli tidak seasli atau semurni stimuli sebenarnya? Jelaskan!
BalasHapusStimuli
HapusStimuli atau stimulus merupakan bentuk fisik, visual atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi individu. Stimuli terdiri dari 2 bentuk yaitu:
Stimuli Pemasaran : setiap komunikasi atau stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi konsumen. Produk dan komponen-komponennya (seperti kemasan, isi, cirri-ciri fisik) adalah stimuli utama. Komunikasi yang didesain untuk mempengaruhi konsumen adalah stimuli tambahan yang merepresentasikan produk seperti kata-kata, gambar, dan symbol atau melalui stimuli lain yang diasosiasikan dengan produk seperti harga, took tempat produk jual, dan pengaruh akses.
Stimuli Lingkungan : stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi keadaan lingkungan.
Proses Persepsi.
Persepsi timbul karena adanya stimulus (rangsangan) dari luar yang akan mempengaruhi seseorang melalui kelima alat inderanya yaitu penglihatan, pendengaran, pembauan, perasaan dan sentuhan. Stimulus tersebut akan diseleksi, diorganisir dan diinterprestasikan oleh setiap orang dengan caranya masing-masing.
Bagaimanakah proses pembelajaran yang baik agar setiap informasi dapat masuk ke memori jangka panjang?
BalasHapusBagaimana
Hapusinformasi ini diproses dalam pikiran dan bagaimana informasi disajikan sehingga dapat diproses dalam memori kerja.
Para ahli psikologi kognitif mengemukakan suatu kerangka teoritis yang dikenal dengan model pemrosesan informasi. Dalam model ini peristiwa mental diuraikan sebagai transformasi-transformasi informasi dari input (stimulus) ke output (respon).
Teori belajar pemrosesan informasi merupakan teori belajar yang relatif baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya.Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi.Menurut teori ini belajar adalah mengolah informasi. Sekilas teori ini mirip dengan teori kognitif yaitu lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil. Dalam teori pemrosesan informasi, proses memang penting, namun yang lebih penting adalah sistem informasi yang diproses itu yang akan dipelajari siswa. Informasi inilah yang akan menentukan proses. Bagaimana proses belajar siswa akan berlangsung, sangat ditentukan oleh informasi yang dipelajari. Dalam teori pemrosesan informasi tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk segala situasi dan cocok untuk semua siswa.
Jelaskan tahapan masuknya informasi ke dalam longterm memory
BalasHapusLong-term memory merupakan memory penyimpanan yang relatif permanen, yang dapat menyimpan informasi meskipun informasi tersebut mungkin tidak diperlukan lagi. Informasi yang tersimpan di dalam long-term memory diorganisir ke dalam bentuk struktur pengetahuan tertentu, atau yang disebut dengan schema. Schema mengelompokkan elemen-elemen informasi sesuai dengan bagaimana nantinya informasi tersebut akan digunakan, sehingga schema memfasilitasi akses informasi di waktu mendatang ketika akan digunakan (proses memanggil kembali informasi). Dengan demikian, keahlian seseorang berasal dari pengetahuan yang tersimpan dalam bentuk schema di dalam long-term memory, bukan dari kemampuannya untuk melibatkan diri dengan elemen-elemen informasi yang belum terorganisasi di dalam long-term memory (Merrienboer dan Sweller, 2005).
HapusPenyimpanan informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa yang terjadi pada penulisan data ke dalam disket atau hardisk komputer atau pun perekaman suara ke dalam kaset. Kapasitas penyimpanan dalam long-term memory ini dapat dikatakan tak terbatas besarnya dengan durasi penyimpanan seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut tak terbatas dalam arti bahwa tidak ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi baru, berapa pun umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan sebagai informasi yang sudah masuk di dalam long-term memory tidak akan pernah hilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak berhasil diambil kembali (retrieval) karena beberapa alat bantu .
bagaimanakah media itu dapat membantu dalam pemprosesan informasi?
BalasHapussedikit menambahkan,Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
BalasHapusGagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
Terima Kasih atas penambahan .semoga bermanfaat .
HapusApakah anda setuju dengan pendapat Gagne yang mengatakan bahwa belajar bukan merupakan proses tunggal, melainkan proses yang luas yang dibentuk oleh pertumbuhan dan perkembangan tingkah laku , Mengapa demikian?
BalasHapus