Sabtu, 11 Februari 2017

TUGAS TERSTRUKTUR 1


1.    Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia . 
Jawab : Mayer (2009) menyatakan tentang tiga  pandangan yang mendasari teori kognitif suatu multimedia pembelajaran (multimedia learning), yang tersaji dalam tabel 1.
              Tabel 1: Tiga Asumsi untuk Teori Kognitif Multimedia LearningAsumsi
Asumsi
Deskripsi

Saluran ganda

Manusia memiliki saluran terpisah untuk memproses informasi visual dan informasi auditori
Kapasitas terbatas

Kapasitas terbatas Manusia memiliki keterbatasan dalam jumlah informasi yang bisa mereka proses
dalam masing-masing saluran pada waktu yang sama

Pemrosesan aktif

Manusia melakukan pembelajaran aktif dengan memilih informasi masuk yang relevan, mengorganisasikan informasi-
informasi tersebut ke dalam representasi mental yang koheren, dan memadukan representasi mental tersebut


Asumsi saluran ganda (dual channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan auditori. Asumsi kedua adalah bahwa manusia mempunyai keterbatasan atas jumlah informasi yang bisa diproses dalam masing-masing saluran pada suatu waktu tertentu.Saat ilustrasi atau gambar disajikan, siswa dapat menampung hanya beberapa citra saja di memori kerja dalam suatu waktu. Saat narasi disajikan, siswa juga hanya dapat menampung sejumlah kecil kata-kata di memori kerjanya dalam suatu waktu. Asumsi ketiga bahwa manusia secara aktifmelibatkan diri dalam pemrosesan aktif untuk mengkontruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kognitif aktif meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dan memadukan antara informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya.
Bisa disimpulkan bahwa manusia adalah prosesor aktif yang berusaha untuk menalar dan memasukakalkan setiap presentasi multimedia(Mayer, 2009)Mendesain multimedia pembelajaran yang mengacu pada teori kognitif Multimedia Learning, Mayer (2009) mengemukakan tujuh prinsip desain multimedia yaitu prinsip multimedia, prinsip keterdekatan ruang, prinsip keterdekatan waktu, prinsip koherensi, prinsip modalitas, prinsip redundansi dan yang terakhir prinsip  perbedaan individual.
Contoh nya pada materi Gaya antar molekul yaitu bagian dari materi ikatan kimia yang mempunyai keabstrakan yang tinggi, sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika mempelajari gaya antarmolekul. Berdasarkan penelitian Hans-Jürgen Schmidt, Birgit Kaufmanna and David F Treagustb (2009) menyebutkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memprediksi titik didih/titik leleh berdasarkan gaya antarmolekul dari senyawa organik, selain itu juga siswa mengalami miskonsepsi pada ikatan hidrogen. Menurut mereka (siswa) ikatan hidrogen hanya terjadi pada atom hidrogen dan oksigan saja. Terjadinya miskonsepsi atau kesulitan ini disebabkan karena materi yang bersifat abstrak sehingga siswa tidak dapat memvisualisasikan kejadian yang sebenarnya, cara pengajaran yang konvensional dan juga kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep-konsep yang abstrak pada konsep gaya antarmolekul.

Materi-materi tersebut apabila disajikan secara konvensional dan tanpa menggunakan media pembelajaran yang sesuai, akan sulit untuk menampilkan kejadian yang terjadi pada tingkat mikro. Akibatnya siswa merasa kesulitan ketika harus memahaminya. Dengan memvisualisaikan  mengunakan (teknik animasi) konsep tersebut, maka dapat diperlihatkan hubungan yang terjadi pada tingkat sub-mikro dengan tingkat makro. Menurut Sweller (dalam Tasker, 2006), tingkat kompleksitas informasi atau materi yang sedang dipelajari (muatan kognitif intrinsik), dapat diminimumkan melalui teknik penyajian materi yang baik. Penyajian secara multimedia termasuk didalamnya animasi, dinilai mampu membantu siswa memahami konsep yang selama ini dianggap sulit. Tentunya multimedia tersebut harus dirancang dengan baik.

2.       Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran  kimia
Jawab :

Teori dual coding yang dikemukakan Allan Paivio (Paivio, 1971, 2006) menyatakan bahwa informasi yang diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua channel, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, dan channel visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini dapat berfungsi baik secara independen, secara paralel, atau juga secara terpadu bersamaan (Sadoski, Paivio, Goetz, 1991). Kedua channel informasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Channel verbal memroses informasi secara berurutan sedangkan channel nonverbal memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Aktivitas berpikir dimulai ketika sistem sensory memory menerima rangsangan dari lingkungan, baik berupa rangsangan verbal maupun rangsangan nonverbal. Hubungan-hubungan representatif (representational connection) terbentuk untuk menemukan channel yang sesuai dengan rangsangan yang diterima. Dalam channel verbal, representasi dibentuk secara urut dan logis, sedangkan dalam channel nonverbal, representasi dibentuk secara holistik. Sebagai contoh, mata, hidung, dan mulut dapat dipandang secara terpisah, tetapi dapat juga dipandang sebagai bagian dari wajah. Representasi informasi yang diproses melalui channel verbal disebut logogen sedangkan representasi informasi yang diproses melalui channel nonverbal disebut imagen (lihat Gambar).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Paivio dan Bagget tahun 1989 dan Kozma tahun 1991, mengindikasikan bahwa dengan memilih perpaduan media yang tepat, kegiatan belajar dari seseorang dapat ditingkatkan (Beacham, 2002; Dede, 2000; Hogue, (?)). Sebagai contoh, informasi yang disampaikan dengan menggunakan kata-kata (verbal) dan ilustrasi yang relevan memiliki kecenderungan lebih mudah dipelajari dan dipahami daripada informasi yang menggunakan teks saja, suara saja, perpaduan teks dan suara saja, atau ilustrasi saja.
Menurut teori Dual Coding yang dikemukakan oleh Paivio, kedua channel pemrosesan informasi tersebut tidak ada yang lebih dominan. Namun demikian, Carlson, Chandler, dan Sweller tahun 2003 dalam (Ma, (?)) telah melakukan sebuah riset untuk melihat apakah pembelajaran yang dilakukan melalui diagram atau teks akan membantu kegiatan belajar. Carlson dan kawan-kawan mengasumsikan bahwa karena diagram lebih lengkap dibandingkan teks, dan dengan diagram seseorang mampu menghubungkan antara elemen yang satu dengan yang lainnya, maka orang yang belajar melalui diagram akan lebih berprestasi dibandingkan dengan orang yang belajar dengan menggunakan teks saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk bahan belajar yang memiliki tingkat interaktivitas tinggi, kelompok yang belajar dengan menggunakan diagram memiliki prestasi lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya belajar dengan teks. Untuk bahan belajar yang tidak memiliki tingkat interaktivitas yang tinggi, kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan prestasi yang signifikan.
Sebagai tambahan kesimpulan dari teori dual coding ini jika dikaitkan dengan bagaimana seseorang memroses suatu informasi baru, dapat dinyatakan bahwa teori ini mendukung pendapat yang menyatakan seseorang belajar dengan cara menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge). Peneliti berpendapat bahwa seorang tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama juga memiliki prior knowledge yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa kerja lebih pendek, sehingga dapat diharapkan bahwa para tenaga pemasaran yang memiliki masa kerja lebih lama akan lebih mudah memahami informasi baru yang disampaikan.
Teori Dual Coding juga menyiratkan bahwa seseorang akan belajar lebih baik ketika media belajar yang digunakan merupakan perpaduan yang tepat dari channel verbal dan nonverbal (Najjar, 1995). Sejalan dengan pernyataan tersebut, peneliti berpendapat bahwa ketika media belajar yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa media maka kedua channel pemrosesan informasi (verbal dan nonverbal) dimungkinkan untuk bekerja secara paralel atau bersama-sama, yang berdampak pada kemudahan informasi yang disampaikan terserap oleh pembelajar.

2 komentar:

  1. bagaimana cara memaksimalkan kerja otak dalam pemerolehan informasi? apakah ada peran multimedia didalamnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah :
      1. Menarik perhatian
      2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa
      3. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
      4. Menyajikan bahan peransang
      5. Memberikan bimbingan belajar
      6. Mendorong unjuk kerja
      7. Memberikan balikan informatif
      8. Menilai unjuk kerja
      9. Meningkatkan retensi dan alih belajar

      Dalam mengartikan penyampaian informasi dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar, desain pesan, serta kemampuan sensorik. Media pengantar mengacu pada sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya media berbasiskan media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan mengacu pada bentuk yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya pemakaian animasi atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan informasi yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh, seperti proses penerimaan informasi visual atau auditorial.
      Sebagai contoh, suatu paparan tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar (dua desain pesan yang berbeda), atau dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya istilah desain pesan mengacu pada proses manipulasi, atau rencana manipulasi dari sebuah pola tanda yang memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Penelitian telah menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia instruksional mempengaruhi kualitas performansi .

      Hapus